Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menganalisis Sejarah Organisasi Regional dan Global dan Pengaruhnya Terhadap Bangsa Indonesia | Kd. 3.4 Sejarah Peminatan Kelas XII

 

sumber : www.pngdownload.id

Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu menganalisis sejarah organisasi-organisasi bersifat regional dan global, dan menganalisis pengaruh organisasi-organisasi regional dan global terhadap bangsa Indonesia. 

Karakter yang dikembangkan yaitu kerja sama dan pro-aktif. Kerja sama sebagai Langkah untuk menciptakan perdamaian dunia. Tanpa adanya komitmen kerja sama dalam menyatukan visi dan misi, organisasi internasional tidak akan mampu mencapai tujuan yang dicita-citakan. Indonesia menunjukkan sikap politik luar negeri bebas aktif di beberapa organisasi internasional, sebagai salah satu kontibusi aktif untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih baik.

 

 Organisasi regional adalah sebuah organisasi yang luas wilayahnya meliputi berbagai negara. Organisasi regional memiliki wilayah kegiatan yang bersifat regional, dan keanggotaannya hanya dimiliki oleh negara-negara pada kawasan tertentu saja. Misalkan saja seperti MEE, APEC, dan AFTA. Sedangkan organisasi global merupakan organisasi yang terbentuk dari gabungan beberapa negara di dunia atau bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan bersama dalam mencapai persetujuan. Misalkan OPEC, GATT, dan WTO.

Banyak negara-negara di dunia yang ingin menjalin hubungan internasional baik yang bersifat regional maupun global. Dalam sebuah hubungan internasional, tidak selalu diwarnai oleh suasana yang tertib dan aman namun juga terdapat banyak sekali kendala yang berasal dari masalah intern maupun ekstern. Kendala tersebut seperti perang atau pertikaian politik yang mengakibatkan hubungan internasional antar negara tidak dapat berjalan dengan baik.

 

Organisasi Regional

Organisasi Politik dan Militer

a.      North Atlantic Treaty Organization (NATO)

Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis merupakan tiga negara penting dalam Blok Barat. Pada tahun 1948, ketiganya menyepakati untuk saling memberikan bantuan militer apabila di antara mereka diserang oleh negara lain. Tahun 1949 dibentuklah organisasi pertahanan Bersama NATO yang bermarkas di Brussels, Belgia. Sedangkan Eksekutif Komite Militer NATO berada di Washington, Amerika Serikat. 

Pendirian NATO bertujuan menjamin kebebasan dan keamanan negara-negara anggota melalui cara-cara politik dan militer. Secara politik NATO mempromosikan nilai-nilai demokrasi dan bekerja sama dalam isu-isu pertahanan dan keamanan dalam mencegah konflik. Secara Militer, NATO berkomitmen untuk menyelesaikan konflik dengan damai. Jika usaha diplomatik gagal, akan digunakan kekuatan militer untuk mengatasi konflik.

 

Negara-negara anggota NATO

b.      Southeast Asian Treaty Organization (SEATO)

SEATO merupakan aliansi dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Selandia Baru, Australia, Filipina, Thailand, dan Pakistan yang terbentuk pada September 1954 berdasarkan konferensi Manila. Tujuan utama dari pendirian SEATO adalah untuk membendung arus komunisme di wilayah Asia Tenggara.

Filipina bergabung dengan SEATO karena keterkaitannya dengan Amerika Serikat serta ancaman pemberontakan pihak komunis terhadap pemerintah. Sementara itu, Indonesia dan Burma berusaha tetap menjaga netralitasnya dan tidak memilih melebur dalam organisasi ini.

Bagi beberapa negara di Asia dan Afrika, munculnya SEATO dianggap menjadi ancaman bagi keutuhan persatuan. Keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik Indocina lebih mengarah perang daripada perdamaian.

 

Negara-negara anggota SEATO

c.      Pakta Warsawa

Pakta Warsana adalah aliansi militer negara-negara Blok Timur di Eropa Timur. Tujuannya adalah mengorganisasikan diri terhadap potensi ancaman dari aliansi militer Blok Barat, yaitu NATO. Latar belakang sebenarnya adalah keinginan Uni Soviet untuk mempertahankan kendali atas kekuatan-kekuatan militer di Eropa Tengah dan Eropa Timur.

Pakta Warsawa dirancang oleh Nikita Khrushchev pada 1955 dan ditandatangani di Warsawa, Polandia pada 14 Mei 1955. Pakta Warsawa dipimpin oleh Uni Soviet sebagai negara paling kuat di Eropa Timur. Negara-negara yang ikut menandatangani Pakta Warsawa adalah Polandia, Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Hongaria, Jerman Timur, dan Rumania. Markas besar Pakta Warsawa berada di Moskow, ibu kota Uni Soviet.

Lambang Pakta Warsawa

d.      Central Treaty Organization (CENTO)

Organisasi pertahanan bersama yang dibentuk pada 24 Februari 1955 oleh Iran, Irak, Pakistan, Turki, dan Inggris. Aliansi yang terbentuk di wilayah Timur Tengah ini diprakarsai oleh Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk menjaga keamanan Timur Tengah dari ancaman Komunisme. Tetapi CENTO tidak dapat berbuat banyak Ketika Uni Soviet melakukan perluasan pengaruhnya, hubungan diplomatik dengan negara-negara Timur Tengah pun terjalin dengan Mesir, Suriah, Irak, Yaman, Somalia, dan Libya.

 

Wilayah CENTO di Timur Tengah

e.      Australia, New Zealand, United States of America (ANZUS)

Bergabungnya Australia dalam politik luar negeri Amerika Serikat mencerminkan pergeseran orientasi politik luar terhadap Inggris. Kekhawatiran Australia dan Selandia Baru terhadap penyebaran komunisme di kawasan Asia Pasifik semakin meningkat setelah kemenangan komunis Tiongkok pimpinan Chiang Kai-Shek. hal ini yang mendesak Amerika Serikat untuk membentuk pakta pertahanan di Asia Pasifik.

Inisiatif ketiga negara membentuk ANZUS tercapai pada 1 September 1951 di San Francisco. ANZUS dibentuk bertujuan untuk mengoordinasi pertahanan bersama, membendung pengaruh komunisme yang dianggap agresor di Kawasan Asia Pasifik, dan meningkatkan Kerja sama militer.

Logo ANZUS

 

Organisasi Ekonomi Regional

a.      South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC)

SAARC didirikan 8 Desember 1985 di Dhaka, Bangladesh oleh negara Pakistan, Bangladesh, Bhutan, India, Nepal, Maladewa, Pakistan, dan Sri Langka. SAARC bermarkas di Kathmandu, Nepal. Berdirinya SAARC dilatarbelakangi oleh keinginan negara-negara Asia Selatan untuk bekerja sama dengan semangat persaudaraan, kepercayaan dan pengertian. Tujuan dari SAARC adalah untuk membangun perekonomian negara-negara anggota Asia Selatan. Momen penting dalam organisasi SAARC adalah ketika menerapkan South Free Trade Area tahun 2006 untuk mempermudah kegiatan perdagangan di Asia Selatan. Selain memiliki anggota tetap, SAARC juga mempunyai sembilan negara pengamat, yaitu Australia, China, Uni Eropa, Iran, Jepang, Mauritius, Myanmar, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Negara-negara anggota SAARC

b.      Asian-Pacific Economic Cooperation (APEC)

APEC didirikan pada tahun 1989 oleh beberapa negara di wilayah Asia dan Pasifik. Tujuan didirikannya APEC adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas negara-negara di Asia Pasifik. APEC memiliki prinsip dalam menjalankan kegiatan organisasi antara lain: consensus (Keputusan APEC harus bermanfaat dan disepakati semua anggota), voluntary and non-binding (kesepakatan secara sukarela), concerted unilateralism (keputusan dilakukan bersama-sama), dan differentiated time frame (liberalisasi negara ekonomi anggota). Keberadaan APEC secara nyata berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Negara anggota APEC berkontribusi dalam terhadap 53% GDP dunia serta 44% volume perdagangan di dunia. APEC hingga kini beranggotakan 21 negara di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia di dalamnya.

Beberapa organisasi regional ini berpengaruh pada perekonomian Indonesia, seperti AFTA dan APEC. Dengan adanya AFTA, Indonesia diuntungkan karena bisa menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia serta mendorong pelaku usaha Indonesia untuk bersaing dagang dengan pelaku usaha dari negara lain. Selain AFTA, APEC juga berpengaruh dalam meningkatkan neraca perdagangan Indonesia. Neraca perdagangan Indonesia kepada seluruh anggota APEC mencapai US$ 289,3 Miliar atau 75% dari total perdagangan Indonesia hingga tahun 2011.

 


c.      Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE)

Pada 1 Juni 1955 ada sebuah pertemuan di Messina, Italia yang menunjuk Paul Henry Spaak (Menteri Luar Negeri Belgia) sebagai ketua komite yang harus menyusun laporan tentang kemungkinan kerja sama ke semua bidang ekonomi. Laporan Komite Spaak berisi dua rancangan yang mengintegrasikan Eropa, yaitu:

1)      Membentuk European Economic Community (EEC) atau Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).

2)      Membentuk European Atomic Energy Community (Euratom) atau Badan Tenaga Atom Eropa.

Rancangan Spaak itu akhirnya disetujui pada tanggal 25 Maret 1957 di Roma dan kedua perjanjian itu mulai berlaku tanggal 1 Januari 1958. Pertemuan di Roma menghasilkan Traktat Roma yang meresmikan berdirinya MEE. Pembentukan MEE dilatarbelakangi oleh keberhasilan European Coal and Steel Community (ECSC) dalam mendorong negara-negara seperti Belgia, Perancis, Italia, Luxemburg, Belanda, dan Jerman Barat membentuk pasar bersama yang mencakup sektor ekonomi.

Dengan demikian, terdapat tiga organisasi di Eropa, yaitu ECSC, EEC (MEE), dan Euratom (EAEC). MEE menegaskan tujuannya, antara lain :

a.       Meningkatkan kerja sama ekonomi, memperbaiki taraf hidup, dan memperluas lapangan kerja.

b.      Menghapuskan bea masuk dan pembatasan impor-ekspor antara negara-negara anggota.

c.       Memberikan bantuan dana kepada negara-negara yang masih rendah pendapatan ekonominya.

d.      Meningkatkan tarif yang tinggi dan membatasi secara ketat barang-barang masuk yang bukan dari negara-negara anggota.

e.       Meluaskan hubungan dengan negara – negara selain anggota MEE. Untuk mewujudkan tujuannya, MEE membentuk Pasar Bersama Eropa (Common Market), keseragaman tarif, dan kebebasan bergerak dalam hal buruh, barang, serta modal.

Pada akhirnya, MEE bergabung dengan ECSC dan Euratom menjadi Uni Eropa melalui perjanjian Merger Treaty yang ditandatangani di Brussels pada tanggal 8 April 1965.

 

Bendera MEE

d.      ASEAN Free Trade Area (AFTA)

AFTA dibentuk saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-IV di Singapura tanggal 28 Januari 1992. AFTA merupakan kesepakatan negara-negara ASEAN untuk membentuk kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional dengan menjadikan wilayah ASEAN sebagai basis produksi dunia.

AFTA awalnya hanya beranggotakan Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, dan Filipina. Meski begitu, pada tahun 1995 Vietnam bergabung, Laos dan Myanmar tahun 1997, serta Kamboja tahun 1999, menjadikan seluruh negara ASEAN menjadi anggotanya. AFTA memiliki tujuan antara lain:

a.)    Menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif sehingga produk ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global.

b.)    Menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI).

c.)    Meningkatkan perdagangan antar negara anggota ASEAN (Intra-ASEAN Trade).


e.      North American Free Trade Agreement (NAFTA)

NAFTA mulai beroperasi pada 1 Januari 1994. Awalnya NAFTA dilaksanakan oleh dua negara, Amerika Serikat dan Kanada. Pendirian NAFTA dilatarbelakangi oleh American Summit di Chili pada April 1988 yang membahas tentang peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, budaya, perjalanan, hingga cyberspace. Kerja sama yang dijalin Amerika Serikat dan Kanada menarik minat Meksiko untuk terlibat dalam perjanjian tersebut. Pada September 1998, Meksiko pun menandatangani Declaration and Memorandum of Understanding yang meresmikan masuknya Meksiko ke dalam NAFTA. NAFTA memiliki tujuan antara lain:

a)      Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja.

b)      Menciptakan iklim usaha untuk mendorong persaingan yang adil.

c)      Meningkatkan peluang investasi.

d)      Menciptakan prosedur yang efektif dalam penyelesaian perdagangan.